August312014

Thought via Path

Hidup hanya sebatas menandaskan sepi yang tidak pernah selesai sebelun sesuatu yang sempurna seperti kematian mendatangi-Puthut EA dalam kumpulan cerpen “Isyarat Cinta yang Keras Kepala” halaman 25.

Pagi ini ketemu teman SD di jalan dan mendapatkan kabar duka bahwa salah satu teman di Sekolah Dasar dulu telah berpulang ke tempat kembali yang abadi. Selamat jalan Aji Frendy… Gua akan selalu ingat karangan lu yang berjudul “Tuhan Yang Tidak Bisa Tidur”

Dulu di saat yang lain selalu menggunakan,”Pada suatu hari….” Lu udah mendobrak kebiasaan itu.

Waktu lu bilang lu mau jadi kayak Sanusi Pane yang bahkan gua belom tau dia siapa,eh lu langsung nunjukkin puisinya “Teratai” di halaman-halaman tengah buku Bahasa Indonesia yang bahkan pada belom baca…

End of obituary – Read on Path.

August302014

At Balairung Universitas Indonesia

Saat muda bergembira! Selamat wisuda pasca sarjana istriku tercinta!! – at Balairung Universitas Indonesia with Nayasari – See on Path.

August282014
Formasi lengkap bahkan plus+nana dan aric :P
herteennordiawan:

So lucky to have all of you as my 2nd family..
Semoga jadi kumpulan samurai yang setiap peluh dan perasan pikirannya menjadi jalan semakin dekat dengan Allah.. Menjalankan fungsi kekhalifahan yang amanah.. Aamiin
#medinacrew #ngantorsambilnyantren ☺️☺️ with Herlianti, Dika, Ade, Johan, Deddi, and Denty at BUPERTA Cibubur – View on Path.

Formasi lengkap bahkan plus+nana dan aric :P

herteennordiawan:

So lucky to have all of you as my 2nd family..

Semoga jadi kumpulan samurai yang setiap peluh dan perasan pikirannya menjadi jalan semakin dekat dengan Allah.. Menjalankan fungsi kekhalifahan yang amanah.. Aamiin

#medinacrew #ngantorsambilnyantren ☺️☺️ with Herlianti, Dika, Ade, Johan, Deddi, and Denty at BUPERTA Cibubur – View on Path.

reblog 

August252014

Tausiyah ba’da ashar dari Nouman Ali Khan (waktu saya pertama kali nonton ini).

"Bersyukur itu bukan sekadar mengatakan ‘Alhamdulillah’, bersyukur juga merupakan suatu sikap, gaya hidup dan cara berpikir" (01:43)

"Allah tidak membatasi sesuatu yang akan Ia tambahkan untukmu, inilah indahnya ayat ini" (02:45-02:48) 

"Kamu tidak akan mungkin bisa bersabar jika kamu tidak memiliki rasa bersyukur" (03:41)

Ah, rasanya saya ingin meng-quotes saja semua kata-kata Nouman Ali Khan di sini.

Terima kasih kepada wahyuawaludin yang telah me-link video ini di tumblr.

wahyuawaludin:

Gue kaget banget pas nonton ini. Ternyata, selama ini gw (dan mungkin kita semua) salah dalam memahami ayat berikut ini:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

(QS Ibrahim ayat 7)

Apa yang salah dari pemahaman kita? Tonton deh videonya.

Btw, pemaparan dari ahli tafsir muda (dan gaul pulak!) emang beda. bahasanya mudah dimengerti.

reblog 

August222014

Reading The Happy Prince and Other Tales by Oscar Wilde

Banyak cara menjadi bahagia atau senang. Ada yang dengan cara berpergian, ada yang dengan bermain game, ada yang menonton film, ada yang membaca buku atau hanya sekadar bertemu pacar.

Maka, santai saja jika ada orang yang pergi ke sana ke mari,ada orang yang main game ini itu, ada yang menonton film action sampai drama, ada yang membaca buku abcd, atau bahkan jika ada orang yang bertamu ke rumah pacar.

Karena bahagia kita tidak ditentukan dengan kesenangan orang lain. Gembira kita adalah kesukaan kita. Mungkin kamu tidak suka traveling karena kamu memang tipe rumahan atau tidak bisa traveling karena kamu cepat lelah atau yang paling sering terjadi dan paling banyak adalah tidak punya uang,hehehe. Maka, sekali lagi jangan iri, kalem aja, just do what you like and have fun with it.

Kamu tidak punya pacar sehingga tidak ada yang bisa diapeli, sekali lagi jangan iri, santai saja, kamu masih bisa melakukan banyak hal kok. Lakukan saja apa yang kamu senangi.

Seperti cerita-cerita Oscar Wilde ini. Ada patung pangeran yang tidak bisa melakukan apapun namun dia bahagia karena bisa memberikan aksesorisnya seperti mata berliannya, jubah emasnya, pedang besi abadinya. Ada burung bulbul yang hanya bisa memberikan bunga mawar. Ada raksasa yang awalnya egois tapi akhirnya pengabdian kepada manusia membuatnya gembira. Ada sepasang teman yang setia. Ada sebuah roket yang membuat pembuatnya bahagia karena terbang ke angkasa.

Dan ungkapan mainstream bahagia itu sederhana benarlah adanya. – View on Path.

1PM
“Keramahan adalah kesederhanaan seseorang. Jika seorang manusia diam bukan berarti dia tidak ramah. Dia hanya sedang berpikir bahwa apakah orang-orang di sekitarnya tidak tersinggung jika berbicara. Apabila pikirannya sudah selesai maka dia akan berbicara dengan sederhana, bersahaja dan menganggap orang lain adalah keluarganya sehingga tidak ada batasan.” johanriopamungkas (via ledydamayanti) lagi iseng google nama sendiri nemu beginian, sebenarnya ini bukan kata saya tapi kata penulis Belgia peraih nobel Maurice de Maeterlinck.

reblog 

August202014

Watching Guardians of the Galaxy

Film paling humor dari Marvel Studios co Disney. Siap-siap terbahak jika menontonnya.
Dan selalu ada pesan dari Marvel lebih khusus Stan Lee. – View on Path.

August182014
August172014
Sehati Merdeka dengan Palestina with Faiz – View on Path.

Sehati Merdeka dengan Palestina with Faiz – View on Path.

9AM

Arti Kemerdekaan di Mata Opa

Pagi itu terlihat Opa duduk bersandar di kursi goyangnya. Beliau sedang membaca koran. Hal itu selalu dilakukannya tiap pagi.
Meskipun telah tua, Opa selalu rajin bekerja. Taman yang indah di depan rumah adalah buah kerjanya. Ya, dia mengisi hari-hari tuanya dengan merawat tanaman.
Kalau sudah lelah, duduklah ia sambil mendengarkan radio dengan mata terpejam.
Aku biasa mengganggunya dengan meminta uang.
Opa masih memperoleh pensiun, karena itu aku suka meminta uang untuk membeli Anak Mas, Permen Sugus, atau hanya sekadar untuk ditabung.
Uang pensiun itu memang biasanya dibelikan macam-macam untuk cucu-cucunya. Beliau sendiri tak pernah membeli baju sekalipun untuknya. Oma sudah tak ada lagi.
Pagi itu aku berniat meminta uang untuk membeli bola. Karena, aku tahu benar kemarin Opa pulang dari kantor Kas Negara untuk mengambil pensiunnya.
Aku merayap ke belakangnya. Aku hendak mengejutkan Opa dengan tiba-tiba berada di belakang kursi goyangnya.
Tetapi apa yang kulihat ?
Dari belakang kursi aku mendengar Opa menangis sesenggukan. Kulangsung melihat ke depan dan kulihat mata Opa berkaca-kaca, ada setitik yang menetes pada koran yang dibacanya.
Hati-hati aku bangkit dan berjongkok di hadapan Opa.
“Opa, kenapa Opa menangis?” tanyaku.
Cepat sekali Opa yang terkejut itu mencoba menghapus air matanya, mencoba tersenyum.
“Siapa yang menangis ?” katanya. “Menangis adalah pekerjaanmu, bukan pekerjaan Opa,” katanya pula. Makin melebar pula senyumnya.
“Ah, Opa nangis…”
“Apa salahnya kalau menangis?” tanya Opa.
Aku bergurau, “Kalau Opa menangis, aku tak berani minta uang untuk beli bola…” Lucu sekali. Opa menarik tanganku. Diacaknya rambutku. Diletakkannya aku di pangkuannya.
“Lihat ini…” katanya.
Aku membalikkan mukaku dan di hadapanku terbentang koran yang dibaca Opa. Kulihat Opa menunjukkan gambar orang-orang tua dengan latar sebuah bola dunia dengan daun di sebelahnya, gambar yang sering aku lihat di Dunia Dalam Berita-nya TVRI. Dan di antara orang-orang tua itu, kulihat ada sesosok yang aku kenal. Sosok Presiden Republik Indonesia. Beliau berdiri di tengah orang-orang tua itu.
“Gambar apa itu, Opa ?” tanyaku polos.
“Itu gambar pemimpin dunia, yang ini Presiden Amerika, ini Kaisar Jepang, nah yang ini Perdana Menteri Inggris, mereka sedang berkumpul di Indonesia dalam rangka rapat Perserikatan Bangsa-Bangsa.” Jelas Opa.
“Lalu,ada  apa dengan gambar itu, Opa ?” tanyaku lagi masih belum mengerti.
“Karena melihat gambar inilah, Opa menangis. Tapi, Opa menangis bahagia. Bangsa kita sudah sejajar dengan bangsa lain. Dihargai martabatnya. Beruntunglah kau. Karena kau hidup di zaman yang demikian. Zaman ini. Dulu dalam zaman penjajahan tak akan terjadi peristiwa seperti yang kau lihat di gambar. Pemimpin dunia tidak akan mau kesini untuk rapat karena bangsa ini adalah bangsa jajahan. Kau..” Opa menjeda penjelasannya.
“…Kau…belajarlah sejarah di sekolah. Belajarlah baik-baik, ambil pelajaran daripadanya. Kemerdekaan adalah sebaik-baiknya suatu bangsa…”
Aku terharu dan mengerti mengapa Opa berair mata.
Tetapi…
“Ambillah uang ini dan pergilah membeli bola lalu bermainlah bersama teman-temanmu”
Selasa, 16 Agustus 2011/ 16 Ramadhan 1432 H (Diceritakan pada pertemuan Komunitas Langit Sastra)
← Older entries Page 1 of 105